SEJARAH PONPES PUTRI KH. SAHLAN ROSJIDI

Di tengah problem merosotnya nilai moral dan karakter di kalangan generasi muda, merupakan sebuah keniscayaan apabila Universitas Muhammadiyah Semarang yang merupakan bagian integral dari bangsa berijtihad mempersiapkan mahasiswanya yang tidak saja memiliki integritas akademik yang profesional melainkan juga integritas moral dan sosial yang tangguh. Dua hal ini menjadi kata kunci untuk dapat memperbaiki peradaban bangsa menuju tatanan masyarakat utama Baldatun Tayyibatun wa Rabun Ghafur.

Dalam konteks itu pulalah, maka Rektor dan Jajaran Pimpinan Unimus tahun 2008 membentuk Tim Pendirian Rusunawa Unimus. Tugas utama tim adalah untuk melakukan survei dan studi banding ke beberapa Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta penerima hibah rusunawa dari Kementrian Perumahan Rakyat ,   antara lain; Universitas M u h a m m a d i y a h  Yo g y a k a r t a  ( U M Y ) ,  U n i v e r s i t a s Muhammadiyah Malang (UMM), Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dari hasil kunjungan dan studi banding, Rektor beserta Tim Pendirian Rusunawa beraudiensi dengan Kementrian Perumahan Rakyat Republik Indonesia Bapak Muhammad Asy’ari di Jakarta. Hasil audiensi dintindaklanjuti dengan menyusun dan mengajukan proposal hibah rusunawa. Alhamdulillah atas kerja keras dan ridha Allah SWT, ajuan hibah rusunawa Unimus dikabulkan oleh kementrian. Sebagai bukti kongkretnya, tahun 2009 Menteri Perumahan Rakyat melakukan kunjungan ke Unimus sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa Unimus. Rusunawa Unimus dibangun di atas tanah 3500 m2 diresmikanpenggunaan oleh Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa tahun 2010.   Rusunawa Unimus Resmi berubah nama Menjadi Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi Unimus dengan menerima santri pertama sejumlah 163 mahasantri yang terdiri dari prodi S1 dan D3 keperawatan, D3 dan D4 analis kesehatan, S1 dan D3   Gizi, S1 Teknologi Pangan.

Dengan tinggal selama satu tahun di Ponpes Putri KH Sahlan Rosjidi Unimus, diharapkan setiap mahasiswi unimus tercipta kebiasaan berakhlakul karimah dengan program-program yang menselaraskan antara budaya akademik, spiritual, kepemimpinan dan ketrampilan berbahasa Arab dan Inggris. Hal ini menjadi bekal mereka untuk tinggal di luar asrama dan selama menempuh aktifitas perkuliahan di sisa rentang waktu akademiknya.